Haramkah Isbal

Haramkah Isbal

Haramkah Isbal

Penerbit: Pustaka Imam Syafii

Harga Rp. 10.000,-

Penulis : Abdul Hakim bin Amir Abdat

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):

“Sesungguhnya batas sarung seorang muslim adalah setengah betis dan tidak mengapa jika posisinya berada di antara setengah betis dan mata kaki. Apabila di bawah mata kaki maka tempatnya di Neraka dan barang siapa menjulurkan sarungnya karena sombong maka Allah tidak akan melihat kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi, an-Nasa-i, Ibnu Majah, Ahmad dan Ibnu Hibban)

Buku kecil ini menyajikan dalil-dalil dari as-Sunnah tentang Isbal dalam berpakaian, yaitu memanjangkan kain sarung, celana, gamis, dan sebagainya di bawah mata kaki. Ada beberapa dalil yang dengan tegas melarang isbal dan mengancam pelakunya dengan Neraka.

Namun demikian ada beberapa dalil lain yang mengindikasikan bahwa laarangan itu tidak bersifat mutlak tetapi dikaitkan dengan kondisi tertentu saja.

Di sinilah terjadi diskusi dalil-dalil tersebut dan penulisnya berusah mendudukkan masing-masing dalil secara cermat dan pada posisinya yang tepat sehingga menghasilkan kesimpulan yang memuaskan.

Haramkah isbal? Ataukah hanya makruh saja? Atau ada hukum selain itu?

Silakan simak pembahasannya di buku ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: